Telkomsel Pimpin Perkembangan Evolusi Teknologi Terkini

Jakarta, 21 Juni 2010

Demo 42 Mbps di Medan - VP Sumatera Area (paling kiri), bersama Kepala Bagian Pos Dan Telekomunikasi Infokom Propinsi Sumatera Utara, Gelora Viva, dan beberapa perwakilan dari anggota komunitas yang ada di Medan dan menjadi member community Telkomsel, saat melakukan akses Live Video Stereaming, pada acara demo kecepatan teknologi Dual Carrier HSPA+ yang memiliki kecepatan akses hingga 42 Mbps di Medan.

Telkomsel bersama mitra hari ini menggelar uji coba teknologi Long Term Evolution (LTE) pertama di Indonesia. Upaya ini merupakan bukti keseriusan Telkomsel untuk selalu siap memandu industri telekomunikasi selular menghadapi perkembangan evolusi teknologi terkini.

Hari ini Telkomsel melakukan kerjasama riset dengan perguruan tinggi: ITB, UI, dan IT-Telkom serta uji coba LTE yang sangat penting untuk memasuki babak baru setelah dioperasikannya mobile broadband berbasis Dual Carrier HSPA+ yang lalu. Ini menunjukkan komitmen Telkomsel untuk terus memperbaharui teknologi mobile broadband yang saat ini telah menjangkau lebih dari 16 juta pelanggan dari total 86 juta pelanggan. Hasil dari uji coba LTE akan menjadi penerapan roadmap teknologi mobile broadband Telkomsel yang saat ini telah tergelar luas di berbagai wilayah indonesia berupa jaringan 3G dengan lebih dari 5.000 Node B atau BTS 3G.

Sebagai tahap awal uji coba teknologi mobile broadband berbasis selular GSM ini, Telkomsel menggandeng 3 mitra penyedia jaringan telekomunikasi. Huawei menjadi mitra untuk uji coba teknologi LTE di Jakarta, sementara untuk uji coba Dual Carrier HSPA+ bekerjasama dengan Ericsson di Medan dan Nokia Siemens Networks (NSN) di Denpasar. Ke depannya seluruh mitra Telkomsel (Huawei, Ericsson, NSN, dan ZTE) akan menggelar uji coba untuk LTE dan Dual Carrier HSPA+.

Menurut Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno, “Kesiapan dalam mengujicoba teknologi terbaru ini semakin menguatkan komitmen Telkomsel dalam berinvestasi sekaligus memandu perkembangan industri telekomunikasi selular di Indonesia memasuki era baru layanan mobile broadband.”

Saat ini perkembangan mobile broadband masih pada initial stage, di mana teknologi yang dimanfaatkan masih berbasis 3G, yang telah berevolusi ke HSDPA/HSUPA dan HSPA+. Teknologi tersebut terus berevolusi ke Dual Carrier HSPA+ (42Mbps), Multi Carrier (84Mbps), dan Multi Carrier yang didukung antena Multiple Input Multiple Output (MIMO) 2×2 (168 Mbps).

Sementara di sisi lain teknologi baru seperti LTE juga mulai tersedia, di mana baik LTE dan LTE Advance menawarkan kapasitas dan kualitas melebihi HSPA+. Dengan LTE, layanan data dapat diakses dengan kecepatan hingga 172 Mbps, sementara LTE Advance menawarkan kecepatan hingga 300Mbps, 600Mbps, bahkan 1 Gbps dengan teknologi Multi Carrier dan MIMO 4×4.

Dalam uji coba kali ini Telkomsel melakukan pengkajian teknis maupun bisnis teknologi LTE, terutama kebutuhan akan sumber daya, seperti alokasi frekuensi untuk menggelar LTE, kebutuhan investasi baru bagi penyelenggaraan LTE, serta pendayagunaan investasi existing yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan implementasi LTE. Seluruh upaya ini dilakukan untuk mendukung perkembangan layanan mobile broadband ke depan yang sangat membutuhkan bandwidth besar, seperti: data kecepatan tinggi hingga 150 Mbps (downlink) dan 50 Mbps (uplink) untuk mendukung high definition streaming video, Voice over Internet Protocol (VoIP), dan aplikasi-aplikasi lain yang membutuhkan data kecepatan tinggi.

Uji coba teknologi LTE dan Dual Carrier HSPA+ ini merupakan rangkaian upaya Telkomsel dalam mengimplementasikan pengembangan roadmap teknologi selular ke tingkat yang lebih tinggi. Diawali dengan layanan 3G pertama kali di Indonesia secara komersial pada 14 September 2006. Selanjutnya, Telkomsel meluncurkan layanan mobile broadband Telkomsel Flash berbasis teknologi HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) pada 6 April 2007 serta proyek Telkomsel Next Generation Flash dengan mengimplementasikan teknologi HSPA+ (High Speed Packet Access Plus) di 24 broadband city di Indonesia mulai 4 November 2009.

Menurut Presiden Direktur Huawei Indonesia Ma Yue, “Kontribusi signifikan Huawei dalam perkembangan teknologi LTE ditunjukkan lewat teknologi and inovasi kami yang terkemuka dalam menyediakan singleRAN berdasarkan SDR (Software Defined Radio) yang merupakan platform akses terpadu untuk mendukung teknologi seperti LTE, UMTS, dan GSM dalam satu platform. Penyebaran LTE yang luas dapat memperkuat tingkat komunikasi informasi, memajukan efisiensi kerja, dan menurunkan biaya operasional untuk keuntungan industri telekomunikasi Indonesia.”

Presiden Direktur Ericsson Indonesia Mats Otterstedt mengatakan, ”Pertumbuhan penggunaan data bergerak di Indonesia tumbuh beberapa kali lipat setiap tahunnya. Untuk terus memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi pelanggannya, Telkomsel memerlukan teknologi tercanggih. Ericsson sebagai pemimpin dalam teknologi selular merasa bangga dapat bermitra dengan Telkomsel dalam menerapkan solusi terkini bagi perkembangan mobile broadband di Indonesia.”

Sedangkan Head of Sub-Region Indonesia Nokia Siemens Networks Richard Kitts menambahkan, ”Para pelanggan mobile broadband Telkomsel akan segera menikmati kecepatan data downlink hingga 42Mbps, dua kali lipat kecepatan saat ini. Nokia Siemens Networks memiliki kemampuan Dual Carrier HSPA+ hanya dengan software upgrade pada jaringan existing Telkomsel. Dengan pengalaman kami yang sangat luas dalam teknologi 3G/HSPA, kami yakin akan dapat membantu Telkomsel ke depan untuk memberikan layanan broadband yang lebih baik lagi kepada para pelanggannya, dan meningkatkan pendapatan Telkomsel dari sisi trafik data.”

Head of Marketing III Department PT ZTE Indonesia Adithya Muluk mengatakan, “Teknologi LTE yang kami persiapkan untuk Telkomsel dikembangkan berdasarkan inovasi platform Software Defined Radio yang memudahkan upgrading layanan 2G ke 3G. Hingga April 2010, ZTE Corporation telah mengimplementasikan 5 jaringan komersial LTE dan lebih dari 40 uji coba LTE dengan berbagai operator selular di Eropa, Amerika Utara, dan Asia Pasifik.”

Ke depannya LTE dan Dual Carrier HSPA+ diprediksi akan membawa perubahan industri telekomunikasi cukup signifikan, di mana pada era LTE perkembangan layanan berbasis data akan semakin pesat seiring dengan peningkatan kemampuan teknologi akses tersebut. Perkembangan layanan berbasis data juga ditentukan oleh berbagai aplikasi/service layer, seperti: teknologi IP Multimedia Subsystem (IMS), Service Delivery Platform (SDP), dan Cloud Computing. Di sisi lain, untuk mengembangkan berbagai layanan ke depan, operator membutuhkan dukungan dari mitra kerja, seperti: penyedia konten, aplikasi, dan device

Vending Machine

Pada kesempatan ini, Telkomsel bekerjasama dengan Coca Cola juga melakukan uji coba berbasis layanan berupa vending machine yang transaksinya terhubung dengan mobile payment Telkomsel.

Published in: on 21 June 2010 at 16:47  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://corpcommsumbagut.wordpress.com/2010/06/21/telkomsel-pimpin-perkembangan-evolusi-teknologi-terkini/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: